Berita Terkini

Menggelar Diskusi Perpajakan yang Bertajuk Bicara Pajak Usaha Sektor Pariwisata

dispar.pesawaran kembali menggelar diskusi perpajakan yang bertajuk Bicara Pajak Usaha Sektor Pariwisata pada Jumat, 18 Juni 2021. Pada diskusi edisi kali ini dengan menghadirkan Kepala Dispar Pesawaran, Kabag Kerjasama Pemkab Pesawaran, Kabid Pemasaran, Kabid Destinasi, Kabid Kelembagaan dan Kepala Desa Purworejo dan Kepala Desa Puju Rahayu serta Pokdarwis.
.
Dalam diskusi ini menyampaikan sejumlah kebijakan perpajakan yang dikeluarkan Pemkab Pesawaran Termasuk  kebijakan yang sudah menjadi isu pajak dalam beberapa bulan terakhir, yaitu pengenaan pajak terhadap kegiatan sektor pariwisata di Kabupaten pesawaran.
.
Sebagai informasi kegiatan diskusi ini menyampaikan desa Pujorahayu dan desa Purworejo yang ada objek wisata taman bukit raya dan Wisata embung siap mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan ketentuan pemkab pesawaran yang akan membayar pajak dimulai per 1oktober 2021.
.
Melalui diskusi ini mengajak semua pihak sektor pariwisata di kabupaten pesawaran untuk membayar pajak dimulai dari 1 Oktober 2021.

Menikmati Indahnya Pesona Desa Wisata

Jadi sudah siapkah anda menikmati indahnya pesona desa wisata di kabupaten pesawaran, bersama keluarga? Pastikan juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku ya’ 😊
Perlu diketahui Kabupaten Pesawaran ada 50 desa wisata lho.. yang siap saat ini ada 10 desa wisata yang wajib dikunjungi! Dengan konsep 3A (Atraksi,Amenitas,dan Aksebilitas) yang mana aja 🥰 salah satunya Desa Pulau Pahawang, Desa Harapan Jaya, Desa Purworejo dan Desa Pesawaran Indah.

Daya Tarik dan Kegiatan Wisata Dapat Ditemukan di Desa Wisata

Bagaimana menginisiasi pengembangan desa menjadi desa wisata untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar sebagai salah satu daya tariknya.?
Berbagai daya tarik dan kegiatan wisata dapat ditemukan di Desa Wisata . Mulai dari jelajah wisata alam, wisata budaya dan kesenian, kerajinan tangan, hingga wisata kuliner.
Di sana para wisatawan bisa melihat banyak atraksi dan tradisi lokal seperti, upacara adat,
kesenian lokal, industri rumah dan situs budaya di Desa Wisata.
Pihak desa juga harus melakukan pemetaan lokasi berdasarkan potensi wisata dari masing-masing dusun untuk dijadikan paket wisata.
Setelah melakukan pemetaan lokasi dusun, kepala desa melakukan pembentukan kepengurusan pengelolaan pariwisata di Desa Wisata.
Desa Wisata harus dilengkapi dengan sarana akomodasi yang cukup baik.
Untuk mempertahankan suasana alam dan pedesaan yang masih asli, maka sarana akomodasi yang disediakan di Desa Wisata berupa pondok-pondok penginapan (homestay) yang merupakan milik warga Desa sendiri.
Homestay ini terbagi menjadi tiga jenis, yakni:
1- Homestay yang pertama merupakan rumah para warga Desa Wisata sendiri. Pemilik rumah akan menyiapkan satu sampai tiga kamar dalam satu rumah.
Fasilitas yang didapat berupa kamar tidur dan kamar mandi yang digunakan bersamaan dengan pemilik rumah. Harga homestay ini berkisar antara Rp 200.000 – Rp 250.000.
Pengunjung jadi satu dengan pemilik rumah. Di situ juga ada interaksi dengan pemilik rumah. Jadi nanti mereka juga ada makan malam sarapan bareng dengan pemilik rumah.
2- Sama dengan homestay pertama, tempat penginapan ini masih merupakan milik warga desa setempat. Bedanya, setiap kamar sudah memiliki fasilitas kamar mandi masing-masing.
Harganya masih berkisar Rp 200.000 – Rp 250.000.
Pemiliknya ada di situ, cuma itu bukan sebagai rumah utama, kadang yang punya bisa tidur di situ juga tapi juga punya rumah sendiri.
3- Sarana hunian sementara (sarhuntar) merupakan program dari Dinas PUPR/PMD.
Sarhuntar ini ditarif dengan harga Rp 350.000
4- Balkondes merupakan program dari CSR.
Fasilitas dari CSR sudah meliputi pendingin ruangan, kamar mandi dalam, toilet, televisi, dan teras untuk tempat bersantai. Harganya Rp 500.000.
Bagaimana dengan desa desa wisata di kabupaten pesawaran Lampung, tertarikkah? 😎. Jangan lupa untuk selalu berikan komentarnya ya! 🙏

Film Berperan Sebagai Sarana komunikasi

Film merupakan salah satu dari sekian bentuk media massa yang mampu
memberikan nilai hiburan pada masyarakat disaat kepenatan aktifitas masyarakat dalam
menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Film berperan sebagai sarana komunikasi yang
digunakan untuk menyebarakan hiburan yang menyajikan cerita, peristiwa, musik,
drama, humor dan sajian teknis lainnya pada masyarakat umum.
Komunikasi merupakan aktivitas penyampaian pesan (messages) baik berupa
simbol maupun kode dari satu pihak kepihak yang lainnya.
Pengertian komunikasi menurut Harold Lasswell adalah dengan menjawab
pertanyaan – pertanyaan dibawah ini:
Who (Siapa)?
Says What (Mengatakan apa)?
In Which Channel (Dengan saluran apa)?
To whom ( Kepada siapa)?
With what effect (Dengan pengaruh bagaimana)?
Pada dasarnya film dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu film cerita
dan non cerita.
1. Film Cerita
Film yang diproduksi berdasarkan cerita yang dikarang dan dimainkan oleh aktor
dan aktris. Pada umumnya film cerita bersifat komersial artinya, dipertunjukkan di
bioskop dengan harga karcis tertentu atau diputar di televisi dengan dukungan sponsor
produk tertentu. Misalnya, film horor, drama, fiksi ilmiah komedi laga, musikal dan
lain-lain
2. Film Non Cerita
Film non cerita merupakan kategori film yang mengambil kisah nyata sebagai
subyeknya atau merekam kenyataan dari pada fiksi tentang kenyataan. Ada dua tipe
film non cerita antara lain :
a. Film Faktual : menampilkan fakta, kamera hanya sekedar merekam peristiwa.
Biasanya dalam bentuk sebagai film ceritadan film dokumentasi.
b. Film dokumenter : sarana yang tepat untuk mengungkapkan realitas, menstimuli
perubahan, dengan kata lain menunjukkan realitas kepada masyarakat secaranormal.
Ada dua tambahan jenis film yaitu film eksperimental dan film animasi.
Film sebagai media massa memiliki beberapa fungsi diantaranya :
A. Hiburan
Menurut Marseli Sumarno (1996:96-98), film sebagai suatu media komunikasi
lebih mudah menyajikan suatu hiburan daripada bentuk komunikasi lainnya. Hal ini
dapat dilihat sifatnya yang ringan dan menitik beratkan pada estetika dan etika. Nilai
hiburan pada film sangat penting, apabila sebuah film tidak mengikat perhatian
penonton dari awal hingga akhir tentulah film tersebut tidak diminati penonton.
B. Pendidikan
Dengan media film kita dapat memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang
berguna memfungsikan diri secara efektif dalam masyarakat serta mempelajari nilai
tingkah laku yang cocok agar diterima dalam masyarakat.
C. Penerangan
Sebagai media penyampai pesan kepada khalayak luas, film selalu memiliki
penjelasan tentang sesuatu hal yang belum diketahui oleh sebagian orang. Biasanya
film jenis ini dikategorikan dalam film dokumenter. Banyak sekali instansi-instansi
yang menggunakan film dokumenter sebagai media untuk memperkenalkan program
atau produk mereka kepada masyarakat luas ataupun golongan tertentu.
D. Artistik
Nilai artistik tewujud karakteristikannya ditemukan pada seluruh unsurnya.
Sebuah film memang sebaiknya dinilai secara artistic bukan secara rasional. Sebab
dilihat secara rasional sebuah film artistik boleh jadi menjadi tidak berharga, karena
tidak memiliki maksud atau makna yang tegas, padahal keindahan itu sendiri memiliki
maksud dan makna.
Sedangkan menurut Heru Efendy jenis-jenis film dapat dibagi menjadi 7 Jenis
antara lain sebagai berukut
A) Film Dokumenter (Documentary Film)
Film dokumenter adalah film yang menyajikan realita melalui berbagai cara dan
dibuat untuk berbagai macam tujuan. Film jenis ini tidak lepas dari tujuan penyebaran
informasi, pendidikan, dan propaganda bagi seseorang atau kelompok tertentu.
B) Film Cerita Pendek (Short Film)
Film cerita pendek ini berdurasi kurang dari 60 menit. Sebagian besar produser
film menjadikan jenis film ini sebagai sebuah batu loncatan untuk kemudian
memproduksi film cerita panjang.
C) Film Cerita Panjang (Feature-Length Film)
Film cerita panjang adalah film dengan durasi lebih dari 60 menit, atau lazimnya
film ini berdurasi antara 60-100 menit. Terkadang film jenis ini diproduksi di atas
durasi 180 menit, seperti halnya film hasil produksi Bollywood (India) dan Hollywood
(Amerika).
D) Film-film Jenis Lain (Corporate Profile)
Jenis film ini biasanya diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan
dengan kegiatan yang mereka lakukan, misalnya tayangan „Jendela Usaha’ di
TVONE. Film ini sendiri berfungsi sebagai alat bantu presentasi.
E) Iklan Televisi
Film jenis ini bisaanya diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik
tentang produk, maupun layanan masyarakat (public services announcement). Iklan
produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara „ekplisit‟, artinya ada
stimulus yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan jenis iklan layanan masyarakat
menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang
diangkat sebagai topik iklan tersebut.
F) Program Televisi (tv program)
Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi secara umum, program
televisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu cerita dan non cerita. Jenis cerita terbagi dalam
dua kelompok yaitu fiksi dan non fiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (tv
series), film televisi/ FTV (popular lewat saluran televisi SCTV) dan film cerita
pendek. Kelompok non fiksi menggarap aneka program pendidikan, film dokumenter
atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri
menggarap variety show, tv kuis, talkshow dan liputan berita.
G) Video Klip (music video)

Video klip adalah sarana bagi produser musik untuk memasarkan produk mereka melalui media televisi.Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV, tahun

1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang

menggiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh

sebagai aliran dan industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video

klip menjadi bisnis utama (core bisnis) mereka.

Jenis Rumah Adat ini Berasal Dari Etnis Saibatin

Jenis rumah adat ini berasal dari etnis Saibatin. Gaya arsitekturnya menyerupai Nuwou Balak, yaitu berupa rumah panggung. Material utama untuk membangun Lamban Balak juga terbuat dari kayu.
.
Namun Lamban Balak memiliki bagian-bagian rumah yang lebih banyak yaitu:
1- Jan, merupakan akses utama menuju rumah yang berupa tangga, dimana bagian atasnya terlindung oleh atap.
2- Lepau atau disebut juga Bekhanda, adalah ruangan terbuka di bagian depan rumah. Seperti teras atau serambi
      pada rumah modern.
3- Lapang Luakh, merupakan ruangan tertutup yang digunakan untuk musyawarah adat yang disebut dengan
     Himpun. Pada rumah modern, ruangan ini seperti ruang tamu.
4- Lapang Lom, area ini adalah ruang tengah yang digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga. Namun Laoang
     Lom juga bisa difungsikan sebagai tempat musyawarah.
5- Bilik Kebik adalah kamar tidur utama.Tebelayakh adalah kamar tidur kedua yang lebih kecil.
6- Sekhudu adalah ruangan yang digunakan khusus untuk para wanita.
7- Panggakh adalah tangga di dalam rumah yang juga digunakan untuk meletakkan benda-benda adat. Misalnya
     benda pusaka, barang pecah belah, dan senjata khas tradisional.
8- Dapokh adalah area dapur yang terletak di bagian belakang rumah. Selain digunakan untuk kegian masak-
      memasak, Dapokh juga merupakan tempat penyimpanan bahan makanan.
9- Gakhang merupakan area khusus untuk mencuci berbagai peralatan dapur.
10- Bah Lamban adalah bagian kolong rumah yang digunakan untuk menyimpan berbagai hasil panen.

Daftarkan Usaha Pariwisata Anda dan Bayar Pajak yang Dikenakan

Setiap kegiatan usaha yang bergerak di bidang apapun, pastinya harus melalui prosedur pendaftaran usaha beserta izin mendirikan usaha tersebut. Ketentuan ini menjadi pokok utama bagi Anda dalam menjalankan bisnis. Selain itu, kewajiban membayar pajak usaha pariwisata yang dipenuhi Wajib Pajak secara tertib akan semakin memudahkan dalam pendaftaran usaha atau mengurus izin usaha.
Usaha pariwisata dapat diselenggarakan dalam bentuk perseorangan, Badan Usaha berbadan hukum atau tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Bentuk usaha dengan sumber permodalan dapat digolongkan sebagai berikut:
1-Usaha Mikro dan Kecil: Perseorangan, Badan Usaha berbadan hukum atau tidak.
2-Usaha Menengah: Perseorangan dan Badan Usaha berbadan hukum atau tidak.
3-Usaha Besar: Badan Usaha berbadan hukum.
Pendaftaran Usaha Pariwisata
Saat Anda akan menyelenggarakan usaha pariwisata, wajib melakukan pendaftaran usaha pariwisata untuk mendapatkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), yang diajukan ke Perangkat Daerah melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP Daerah). Pendaftaran usaha pariwisata khusus yang memiliki modal asing dan penanaman modal dalam negeri yang ruang lingkupnya lintas provinsi dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan menjadi kewenangan Pemerintah, diajukan ke Badan Koordinasi Penananaman Modal Republik Indonesia (BKPM).
Pendaftaran usaha pariwisata dilakukan pada:
1- Lokasi Usaha Pariwisata
Meliputi: usaha daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa makanan dan minuman kecuali jenis usaha jasa boga, penyediaan akomodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi kecuali jenis usaha jasa impresariat/promotor, wisata tirta subjenis usaha dermaga wisata, dan usaha spa.
2- Setiap Kantor
Meliputi jasa transportasi wisata yang memiliki dan/atau menguasai kendaraan, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman untuk jenis jasa boga, penyelenggaraan hiburan dan rekreasi jenis jasa impresariat/ promotor, penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata dan wisata tirta kecuali subjenis usaha dermaga wisata.
Khusus untuk wisata bahari seperti jenis usaha memancing, pendaftaran usaha pariwisata dapat dilakukan pada setiap lokasi atau kantor.
Tahapan Pendaftaran Usaha
Tahapan pendaftaran usaha pariwisata pada PTSP Daerah tanpa dipungut biaya, meliputi:
1- Permohonan dari pemohon (pemilik usaha pariwisata)
2- Pemeriksaaan Berkas
3- Peninjauan Teknis Lapangan oleh petugas
Penerbitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
Pengusaha Pariwisata Dikenakan Pajak Daerah
Setiap kegiatan usaha pariwisata yang termasuk objek pajak dikenakan Pajak Daerah sesuai dengan ketentuan UU. Pengusaha pariwisata wajib mendaftarkan izin usahanya ke Perangkat Daerah yang bertanggung jawab di bidang Pajak Daerah untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWP). Pengusaha Pariwisata tersebut wajib membayar kewajiban Pajak Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu sebesar 10% dari penghasilan yang diperoleh dalam sebulan.

Kopi Robusta Khas Original

Kopi robusta khas original
Pesawaran yang ditanam di ketinggian di atas 400-1000 mdpl di atas Gunung Pesawaran dan Gunung Sukma Ilang yang ada di Kab. Pesawaran, Lampung, diipilih dari biji kopi merah dan diolah dengan metode full wash sehingga didapat cita rasa dan aroma kopi yang nikmat.
Harga :
200 gram Rp 22.500
250 gram Rp 28.000
500 gram Rp 55.000
1000 gram Rp 100.000
.
📍Sinar Dua, Harapan Jaya, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kedatangan Tim Pengurus Jelajah Bumi Ekowisata Lampung (JBEL)

 

Hari ini Selasa, 25 Mei 2021, kedatangan Tim Pengurus Jelajah Bumi Ekowisata Lampung (JBEL) untuk melakukan presentasi di Dispar Pesawaran dalam rangka memberikan dukungan dan kerjasama atas Desa Wisata Harapan Jaya Way Ratai Kabupaten Pesawaran.
.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dispar Pesawaran, pihaknya berharap, adanya kolaborasi dan sinergi mengangkat Desa wisata di kabupaten pesawaran menjadi trend teratas.
.
Banyak hal hal yang disampaikan dari kedua belah pihak terkait Desa Wisata Harapan Jaya Way Ratai Kabupaten Pesawaran, semoga dengan adanya konsep dari tim JBEL sebagai bahan acuan untuk desa desa wisata yang lainnya di kabupaten pesawaran ini.

BAHAN RAPAT KOORDINASI TENTANG PERPANJANGAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT BERBASIS MIKRO PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI TINGKAT DESA DAN KELURAHAN UNTUK PENGENDALIAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE 2019

BAHAN RAPAT KOORDINASI TENTANG  PERPANJANGAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT BERBASIS MIKRO PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI TINGKAT DESA DAN KELURAHAN UNTUK PENGENDALIAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE 2019

PELAKSANAAN   :

HARI                     : SELASA

TANGGAL             : 25 MEI 2021

TEMPAT               : RUANG RAPAT TELUK RATAI PEMKAB. PESAWARAN

 

DASAR SURAT    :

  1. Peraturan Bupati Pesawaran Nomor  26 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Pesawaran
  2. Instruksi Bupati Pesawaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
  3. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2021 ttg Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Pennganan CORONA VIRUS  DfSKAS 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran CORONA VIRUS Dfl AST 2019 Ada 17 point
  4. Instruksi Gubernur Lampung Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019

TUJUAN     :

 Menghindari/Mengantisispasi terjadinya Cluster Baru penyebaran Virus Corona di Kabupaten Pesawaran terutama di lokus Destinasi Wisata.

PESERTA RAPAT         :

  1. DANDIM 0421 Lampung Selatan
  2. POLRES Kab. Pesawaran
  3. DANLANAL Lampung
  4. DANBRIGIF 4 Mar/BS Pesawaran
  5. Sekretaris Daerah Kab. Pesawaran
  6. BPBD Kab. Pesawaran
  7. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pesawaran
  8. Kepala Dinas Perhubungan Kab. Pesawaran
  9. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
  10. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
  11. Kepala Bagian Hukum Setdakab Pesawaran
  12. Pemilik/Pengelola dan Pelaku Usaha Pariwisata

 MATERI/PEMBAHASAN RAPAT

1.Instruksi Gubernur Lampung Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019

  1. Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Pesawaran cenderung terjadi pada Cluster : Tempat-tempat umum, Pasar, Kafe/Rumah Makan, Kerumunan perkumpulan keluarga atau sejenisnya.
  1. Mengantisipasi agar jangan sampai Bidang Pariwisata (Destinasi Wisata) ikut menyumbang Cluster Penyebaran Corona Virus Disease Dengan cara mematuhi dan menerapkan 5M dengan ketat.
  1. Penerapan prosedur CHSE (Cleanliness/kebersihan, Health/kesehatan, Safety/keamanan dan Environment Sustainability /kelestarian lingkungan hidup) pada seluruh Destinasi Wisata yang ada di kab. Pesawaran
  1. Langkah-langkah yang akan dilaksanakan a.l :
  2. Membuat dan menandatangani surat pernyataan sanggup menerapkan prokes dengan ketat dan akan ditutup bila petugas/pengelola destinasi wisata tdk disiplin dalam penerapan prokes
  3. Pemerintah Kabupaten akan membentuk tim satgas untuk pengawasan pelaksanaan penerapan prokes di destinasi wisata
  4. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 50 persen dari kunjungan normal
  5. Pemakaian masker harus diperketat.

 

 

 

TDUP

Pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability) menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pariwisata di Kabupaten Pesawaran kedepannya.
.
Mengingatkan bahwa situasi pandemi COVID-19, sebuah perubahan tentang tren pariwisata di setiap objek wisata, health dan hygiene serta safety dan security akan menjadi prioritas utama bagi wisatawan.
.
Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan penerapan protokol kesehatan, Dispar Pesawaran menghimbau kepada seluruh pemilik atau pengelola Destinasi Wisata yang ada di wilayah Kabupaten Pesawaran, agar segera mendaftarkan Destinasi Wisata nya untuk mempunyai sertifikat CHSE dan yang belum ada izin TDUP sesuai dengan Perbub No.22/2017 tentang tanda daftar usaha pariwisata dan bagi yang sudah ada TDUPnya wajib setiap tahunnya untuk melakukan her-registrasi, segera mengusulkan ke perizinan melalui rekomendasi dari Dispar Pesawaran, dan agar setiap Destinasi pariwisata pesawaran difokuskan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE sebagai syarat utama bagi pemilik pariwisata kedepannya.