Pariwisata di Pelosok Nusantara Kali ini IFTA (Indonesia Fighter Tourism Association)

 

Halo Fighter-fighter Pariwisata di Pelosok Nusantara..
Kali ini IFTA (Indonesia Fighter Tourism Association) mengajak untuk join dalam Webinar Fotografi dengan tema :
Nilai Pariwisata Berkelanjutan Dalam Bingkai Fotografi.

Webinar Fotografi ini menghadirkan narasumber :
Eka Fendiaspara
Fotografer / Penggiat Wisata Lampung Barat

Suherini
Fotografer / Konten Kreator

Budhi Marta Utama
Fotografer / Pilot Paramotor Lampung

Dan Tamu Spesial kita pada Webinar kali ini
Iwan Laksmana
Lampung Food Hunter & Brand Ambassador Focus One

Webinar ini akan dipandu oleh
Sigit A. Nugroho
Host / IFTA

Webinar Fotografi ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Rabu / 05 Mei 2021
Jam : 13.30 – Selesai

Untuk info lebih jelasnya bisa menghubungi :
IFTA 0823.1819.1476 (WA)

Oiya, Jangan sampe lupa akan ada Doorprize menarik lho dari
FOCUS ONE dan juga E-CERTIFICATE yang nantinya akan dibagikan kepada peserta Webinar Fotografi ini.

Yuk jangan sampai ketinggalan !!!

Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Pesawaran

Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Pesawaran, Senin (12/04) pagi, menggelar rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pesawaran.

Rapat ini membahas perihal koordinasi penataan ruang daerah serta rekomendasi ruang ruang. banyak permasalahan-permasalahan yang dibahas. Mungkin akan dilakukan revisi terhadap perda rencana tata ruang wilayah (RTRW), dan ada beberapa lagi tadi yang harus ditindaklanjuti seperti SOP, kemudian termasuk masalah pelayanan perizinan yang harus diberikan kepada masyarakat.

Rapat tersebut TKPRD juga membahas tentang rencana yang melakukan evaluasi perbup yang ada saat ini, selain masalah SOP, mungkin kami nanti akan kembali melakukan rapat secara rutin dan berkala. Yang rutin itu mungkin masalah perizinan, karena ini masalah pelayanan.

Kunjungan Kerja (Kunker) dua Menteri ke Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Pesawaran Lampung

Hari ini Kamis 25/3/2021 Kunjungan Kerja (Kunker) dua Menteri ke Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Pesawaran Lampung.
.
Masing-masing Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar yang dihadiri Bupati dan Walikota se-Provinsi Lampung, Forkompimda Lampung, dan Forkompimda Pesawaran.
.
Kegiatan kunker tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta tidak berkerumun.

II Kepala Daerah Kolabarasi Untuk Pengembangan Sektor Parekraf

Dalam menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, hari ini Menparekraf @sandiuno mengundang 11 Bupati untuk hadir dalam pertemuan yang bertajuk “KolaborAksi Menparekraf dengan Bupati” di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Pertemuan ini membahas berbagai program pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah masing-masing, salah satunya pengembangan program Desa Wisata yang juga menjadi program unggulan Kemenparekraf.

Menparekraf mengajak para Bupati untuk fokus dalam mengembangkan desa rintisan menjadi desa mandiri. Kedepannya hal ini diharapkan dapat mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, memberdayakan masyarakat sekitar hingga membuka lapangan kerja, dan menjadikan pariwisata milik semua.

Kearifan Lokal, Potensi Pembangkit Ekonomi

Tapis Negeri Katon, Pesawaran: Kearifan Lokal, Potensi Pembangkit Ekonomi
.
Pada zaman dahulu, tak banyak pengrajin tapis di Desa Negeri Katon mengingat harga penjualan tapis cenderung murah. Namun saat ini sudah mulai berkembang hingga akhirnya hampir seluruh penduduk di desa tersebut menjadi pengrajin tapis.
.
Para pengrajin tapis di Desa Negeri Katon ini didominasi oleh para ibu-ibu rumah tangga sebagai penghasilan tambahan untuk ekonomi keluarga.
.
Kain tapis di Desa Negeri Katon ini merupakan khas Pepadun, dan di Lampung sendiri ada dua kabupaten yang memproduksi tapis yaitu Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pesisir Barat.
.
Bedanya dengan tapis Pesisir pembuatannya juga sudah beda. Kalau Pepadun itu pakai papan tekang (alat pembuat tapis), kalau Pesisir itu pakai meja. Motifnya pun beda, kalau kami banyak tapis Abung.
.
Gak hanya sekedar sarung dan selendang saja. Ada juga produk turunan seperti bros tapis, jilbab tapis, peci tapis, dompet tapis, sendal tapis, pernik-pernik tapis.
.
Harganya tapis hasil produksi Desa Negeri Katon ini pun bervariatif, mulai dari Rp55 ribu hingga Rp3 juta disesuaikan dengan jenis kain dan tingkat kesulitan pembuatannya.
.
Desa Negeri Katon tak hanya sekedar menjadi Kampung Tapis namun bisa menjadi Kampung Wisata untuk edukasi para wisatawan yang mengunjungi desa tersebut.
.
Kampung Wisata, jadi tidak hanya tapisnya saja tetapi budayanya juga. Orang bisa belajar Bahasa Lampung, menderes karet, dan ada kulinernya juga lo gaes!

Rapat Kerja Dinas Pariwisata Pesawaran

Dinas Pariwisata Pesawaran melaksanakan agenda rapat kerja pada hari kamis, 21/01/2021 yang dipimpin langsung oleh Elsafri Fahrizal, SH, M. Si selaku Kepala Dispar Pesawaran dengan dihadiri oleh jajaran eselan III dan IV.

Adapun arahan dan agendanya yang harus diprioritaskan minggu ini antara lain :

  1. Fokus terhadap perencanaan sesuai paradigma yang berkembang saat ini.
  2. fokus pengembangan pembangunan 2021-2026 di sektor pariwisata dengan berkolaborasi dengan OPD terkait, diantaranya :
    a. Pengembangan destinasi pariwisata dan agrowisata.
    b. Pelaksanaan kolaborasi dengan OPD, Desa dan yang lainnya tentang 50 desa wisata yang ada di Pesawaran .
    c. Pemulihan ekonomi mikro dan makro di 16 sub sektor ekonomi kreatif dengan mengklasifikasi jenis dan modal usaha sektor industri kecil pariwisata.
    d. Rumuskan tentang kepengurusan balawisata dan polisi pariwisata serta pelaksanaan atau persiapan muli makhanai tahun 2021 secara cermat.

Demikian untuk dapat dijalankan dan dipertanggungjawabkan untuk semua bidang yang membidangi sesuai dengan agenda rapat kerja pada bulan januari 2021.

Dispar Pesawaran Gandeng Kelilinglampung.net Promosikan Wisata

 

Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menggandeng travel blogger Lampung dalam kerja sama promosi pariwisata melalui artikel informatif.

Dinas di bawah komando Elsafri Fahrizal, S.H., M.Si. ini baru saja menjalin kerja sama dengan kelilinglampungnet. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan founder kelilinglampung.net, Kamis (21/01), di Kantor Dinas Pariwisata Pesawaran.

Kepala Dinas Pariwisata Elsafri Fahrizal menyambut baik kolaborasi pemerintah-blogger tersebut. Dikatakannya, kolaborasi semacam ini menjadi langkah realistis untuk membangkitkan pariwisata Pesawaran di kondisi saat ini.

“Media digital memiliki efektivitas lebih tinggi untuk berpromosi. Apalagi blogger sangat personal dengan bahasanya sendiri.” Ujar Elsafri.

Saat ini, menurut Elsafri, adalah eranya media digital. Pesan yang disampaikan pun semakin personal. Termasuk pesan-pesan pariwisata. Untuk itu perlu adanya penyesuaian di website resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran

“Wisatawan lokal bisa dibilang tidak pernah menggunakan travel planner dalam merencakanan perjalanannya. Mereka banyak terbantu dengan akses informasi yang langsung didapat dari berbagai travel blog.” Tuturnya.

Lampung sendiri, menurut Elsafri, memiliki banyak penulis pariwisata potensial yang bisa diajak kolaborasi. Tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa bekerjasama dengan lebih banyak travel blogger Lampung.

“Tentu saja, tujuan kerjasama ini untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Pesawaran selain agar brand Kemilau Pesawaran semakin populer. Baik bagi traveler di Lampung dan luar Lampung.” Sambungnya.

Founder kelilinglampungnet ( https://kelilinglampung.net ) Yopie Pangkey mengatakan, pihaknya akan menyediakan konten berupa narasi pariwisata.

“Banyak hal menakjubkan yang bisa kita temui saat berwisata di Pesawaran. Banyak yang bisa kita ceritakan kepada netizen.” Ujar Yopie.

“Pelancong akan menemukan keindahan alam laut, pulau, pantai, gunung, dan hutan. Pesawaran ini paket lengkap berwisata.” Lanjutnya.

“Blog dan akun instagram saya bisa menjadi besar karena konten-konten berisikan wisata Pesawaran. Sudah sepantasnya, sebagai timbal baliknya, saya berperan serta menyumbangkan tulisan untuk Pesawaran.” Lanjutnya.

Dirinya berharap kerja sama “Rp. 0” ini bisa membangun semangat kawan-kawan blogger lain melakukan hal yang sama untuk kepentingan pariwisata Lampung. Khususnya untuk parwisata Pesawaran.

Lantas apa keuntungan yang didapat dari kerjasama ini bagi Kelilinglampung? Hari ini siapa yang tidak tahu kalau wisata pesawaran menjadi primadonanya wisata Lampung.

WEBINAR: Pemulihan Ekonomi Kawasan Wisata Pesawaran melalui Transformasi Pembayaran Digital

Pada Senin, 30 November 2020 pukul 09.00-12.00, Bank Indonesia Provinsi Lampung bekerja sama dengan beberapa instansi seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, BNI Tanjung Karang, Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, dan LinkAja telah sukses mengadakan website daring seminar atau webinar dengan topik Pemulihan Ekonomi Kawasan Wisata Pesawaran melalui Transformasi Pembayaran Digital.

Sesuai dengan visi Bank Indonesia untuk menjadi Bank Sentral Digital terdepan, webinar ini diadakan sejalan dengan pilar kebijakan BI dalam sistem pembayaran guna memwujudkan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan cepat. Terkait juga dengan merosotnya kondisi perekonomian atas dampak pandemi Covid-19, lalu dikeluarkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar salah satunya adalah physical distancing, BI mengenalkan transformasi pembayaran digital kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran sebagai sektor yang menerima dampak cukup besar dari pandemi Covid-19.

Webinar ini khusus ditujukan kepada Dinas Pariwisata Pesawaran karena seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Elsafri Fahrizal, S.H.,M.Si, 4-5 dari 10 destinasi pariwisata terbaik Lampung ada di Pesawaran.

Webinar dimulai dengan sambutan dari Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budi Setyawan dan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dimoderatori Andre Parmonangan P selaku Mekhanai Lampung 2020 dan Duta Pariwisata Provinsi Lampung yang merupakan perwakilan dari Mekhanai Kabupaten Pesawaran.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Elsafri Fahrizal, S.H.,M.Si. Beliau mengatakan transformasi ini akan sangat membantu dalam pengelolaan database pengunjung objek wisata selama setahun. Lalu materi dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, M.Y Bramuda S.Sos, MBA, MM. Beliau menyampaikan materi tentang strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi. Selanjutnya, Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Sukirno. Beliau membagikan strategi pengembangan pokdarwis Banyuwangi dimasa pandemi berlandaskan Sapta Pesona. Pembicara selanjutnya ada dari Deputi Kepala BI Provinsi Lampung; Hasiholan Siahaan, Pemimpi Bisnis BNI Tanjung Karang; Azwar, dan Deputi Pemerintahan & Ekosistem Mikro LinkAja; Muhammad Rendi Nugraha yang menyampaikan materi tentang Potensi Pembayaran Digital dimasa Pandemi Covid-19.

Pada akhir sesi, moderator membacakan beberapa pertanyaan yang ditujukan langsung kepada pembicara, salah satunya adalah pertanyaan Setia Anggreawan dari Surabaya

“Bagaimana upaya kolaborasi dan langkah strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pesawaran?”

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Elsafri Fahrizal, S.H.,M.Si.

“Mengenai kolaborasi, sebenarnya sudah kita mulai contohnya adalah kegiatan hari ini (webinar).”

Beliau juga menambahkan mengenai kolaborasi yang lebih vital yang telah disusun 2 tahun kebelakang mengenai pemetaan dari sisi kelembagaan, perencanaan dan eksekusi untuk mendongrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pesawaran demi mewujudkan Pesawaran menjadi Bumi Wisata 2024.

Terdapat hal menarik dari webinar ini yang dikutip dari Bupati Banyuwangi,

“Setiap Dinas adalah Dinas Pariwisata, Setiap Aktifitas adalah Atraksi, Setiap Tempat adalah Destinasi”

kutipan inilah yang menjadi landasan keberhasilan Banyuwangi di sektor pariwisata.

Sertifikasi CHSE Bisa Lebih Mudah dan Praktis Serta Gratis

Buat para pemilik usaha sektor Parekraf, sekarang mendapatkan sertifikasi CHSE bisa lebih mudah dan praktis serta gratis!

Cukup melakukan pendaftaran di chse.kemenparekraf.go.id dan isi formulir sampai lengkap. Dengan semakin mudah mendapatkan sertifikasi CHSE, semakin mudah juga bagi wisatawan mendapatkan jaminan untuk menikmati pelayanan jasa parekraf secara aman dan nyaman.

Ayo kita #BersamaJagaIndonesia,
langsung daftarkan usaha kalian dan lakukan proses sertifikasinya!

#InDOnesiaCARE
#DiIndonesiaAja
#BangkitUntukIndonesiaMaju
#WonderfulIndonesia