Ikatan Sanggar Makhga Waylima ISMA menggelar Festival Bulimau Kasai Pesona Andan Jejama Pesawaran - 1
(Foto: ist)

Masyarakat Lampung Saibatin Makhga Way Lima rutin menggelar Bulimau Kasai. Sebuah tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini digelar menjelang masuknya bulan puasa. Sebagai bentuk luapan kegembiraan dan juga sebagai simbol menyucikan hati dan pembersihan diri.

Bulimau artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau/jeruk purut atau nipis. Serta beragam campuran air dengan bahan alami lainnya.

Baca juga:
* Destinasi Wisata “Bronjong’”di Way Lima

Seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh dengan upacara adat yang mengandung nilai sakral.

Dilansir lappung.com (01/04), Ikatan Sanggar Makhga Waylima (ISMA) menggelar Festival Bulimau Pesona Andan Jejama di Sungai Bronjong, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (31/03/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain; MPAL Pesawaran Farifki gelar Suntan Junjungan Makhga, Ketua Pembina Isma Mustika Bahrum gelar Suntan Pengayom Makhga, dan Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Pesawaran Saptoni.

Lalu ada Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Camat Gedung Tataan, dan Ketua Garda P3R Pesawaran Sapturi.

Ikatan Sanggar Makhga Waylima ISMA menggelar Festival Bulimau Kasai Pesona Andan Jejama Pesawaran - 2
(Foto: ist)

Ketua Umum ISMA Sandi Victori mengatakan tradisi ini nyaris terlupakan. Dan mengutarakan keinginannya untuk memperkenalkan dan mempertahankannya kepada kaum muda.

“Ditengah jaman modernisasi ini tradisi Bulimau sudah hampir terlupakan dan jarang masyarakat yang tahu, tugas dari kami sebagai muli mekhanai untuk memperkenalkan kembali, mempertahan dan melestarikan tradisi ini.” terang Suntan Farifki.

“Kami juga berharap Bulimau bisa menjadi event tahunan untuk menarik para wisata,” ia berharap.

“Acara Bulimau adalah tradisi yang sudah dilakukan turun menurun dari tuyuk tamong hingga saat ini. Tugas kita sebagai penerus adalah mempertahankan tradisi ini dan melestarikannya,” jelas Suntan Farifki.

Senada dengan Ketum MPAL, Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang unik ini.

“Acara ini sangat baik untuk dilestarikan. Tradisi Bulimau ini akan dijadikan agenda tahunan dalam bentuk Festival/Event wisata Budaya kedepannya,” tegasnya.

Baca juga:
* 5 Fakta Menarik tentang Pesawaran

Kabid Kebudayaan Hendri Perdopo, mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, juga sangat mendukung dan selalu siap memfasilitasi kegiatan muli mekhanai Makhga Way Lima.

“Kami sangat mendukung apapun kegiatan ISMA selagi itu positif dan untuk kepentingan masyarakat dan melestarikan adat budaya Lampung,” kata Hendri.