Ketua Pokdarwis Desa Batu Raja Punduh Pidada Pesawaran bersama Kadishut Provinsi Lampung
Ketua Pokdarwis Desa Batu Raja Abdul Mukmin bersama Kadishut Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah saat berkeliling desa. (Foto: Yopie Pangkey)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Batu Raja Kecamatan Punduh Pidada terus berbenah mempersiapkan objek wisata baru. Setelah merintis wisata Lubuk Akar saat ini mereka giat mengembangkan destinasi wisata lainnya.

Bersama dengan Kolompok Tani Hutan (KTH), Pokdarwis Batu Raja juga merintis wisata Batu Betapa, Air Terjun Batu Gajah, dan Singgah Wali.

Baca juga:
* Semangat Desa Sumber Jaya Pesawaran Sukseskan Program OVOD

Ketua Pokdarwis Desa Baturaja Abdul Mukmim mengaku sangat senang wisata di desanya mulai mendapat dukungan.

“Kami sangat senang dukungan wisata di desa kami mengalir satu persatu. Sebelumnya kami juga sudah didatangi oleh Kadis Pariwisata Pesawaran pak Ketut Partayasa.” Ungkap Mukmin.

“Dan kali ini kedatangan Kadis Kehutanan Provinsi Lampung yang menikmati wisata di desa Baturaja,” Ungkap Mukmin.

“Kami juga berharap seluruh warga desa bisa mendukung kami. Sama-sama menjaga kebersihan desa, meningkatkat keramahtamahan, dan menjaga lingkungan desa dan kawasan hutan. Agar wisatawan tetap mau datang ke Desa Batu Raja,” ia berharap.

Semangat Pokdarwis Desa Batu Raja ini pun mendapat apresiasi dari Kadishut Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah.

“Kita patut memberikan apresiasi pada pemuda-pemuda yang ingin mengangkat potensi sumber daya alam untuk ekowisata di desanya,” Kata Yanyan Ruchyansyah.

“Saya berpesan agar kawan-kawan tetap menjaga hutan yang ada di bagian atas desa. Karena daya tarik wisata sungai di Desa Baturaja ini airnya berasal dari hutan di bagian atas,” Kata Yanyan.

Kalau airnya mengecil bahkan menghilang ketika musim kemarau, Yanyan menambahkan, maka daya tarik wisatanya juga akan hilang.

“Wisatawan mau datang karena kondisi alam desa dan kondisi hutannya masih bagus. Kalau kualitas hutan di bagian atas menurun, wisatawan tentu saja tidak akan datang kembali.” Yanyan menerangkan.

Baca juga:
* Kemah Bareng di Bukit Kendeng, Road to Festival Wisata Hutan

“Ada baiknya Pokdarwis bisa menjual aktivitas wisata terbatas di hutan. Bisa lakukan wisata berkualitas selain wisata massal yang bisa berpotensi mengganggu kelestarian alam,” pesannya.

“Kesadaran akan potensi wisata ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan di sekitar desa. Pokdarwis dan KTH bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan hutan. Agar wisata di desa mereka bisa langgeng dan meningkatkan perekonomian warga desa,” Tutup Yanyan.