Kerajinan Kain Sulam Jelujur tampil dalam peragaan busana di New York Indonesia Fashion Week - 1
(Foto: ist)

Kerajinan Kain Sulam Jelujur tampil dalam peragaan busana di New York Indonesia Fashion Week yang berlangsung pada hari Minggu (11/9) waktu setempat.

Kain sulam jelujur bertema “Sang Dewi” ini mewakili kreasi para pengrajin dari Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan.

Ariesmansyah sebagai desainer sulam jelujur menjelaskan, “Sang Dewi” Ini bermakna para pengrajin sulam jelujur dari Sungai Langka.

Baca juga:
* Pahawang Culture Festival 2022 Momentun Kebangkitan Ekonomi Pesawaran

“Yeni dan kawan kawan pengrajin sulam jelujur menjadi inspirasi bagi saya sebagai desainer mereka bagi saya adalah dewi bagi anak dan keluarganya karena mereka sebagai menompang hidup khususnya perekonomian bagi keluarga nya dan terbuktinya sulaman jelujur mereka dapat membawa mereka terbang tinggi ke mata internasional”, ucap ariz.

“Sang Dewi” adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin sulam jelujur pesawaran di desa sungai langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan yang tangguh dalam menghadapi sebuah kondisi/keadaan yang mereka alami.

Walaupun dengan kekurangan serta keterbatasan yang mereka miliki akan tetapi maha karya pengrajin, kain sulam jelujur dapat menghidupkan perekonomian keluarga mereka bahkan menghidupkan perekonomian di desa tempat mereka tinggal.

Dan makna dari sang dewi walaupun mereka tak bersayap akan tetapi mereka mampu terbang tinggi membawa hasil keterampilan mereka sampai ke mata dunia untuk menghidupkan perekonomian para pengrajin bahkan menghidupkan ekonomi kreatif di desa mereka.

Dalam New York Indonesia Fashion Week Ariesmansyah membawa Sulam Jelujur dalam bentuk fashion 12 desain sulam jelujur yang ditampilkan melalui peragaan busana.

Dalam keberangkatan ke NYIFW Desainer Sulam jelujur mendapat Dukungan langsung dari Bupati Pesawaran, Ketua Dekranasda Prov Lampung, Ketua Dekranasda Kab. pesawaran, Yayasan Pertiwi Indonesia,PLN UID Lampung dan APPMI.

NYIFW secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 11/9 waktu New York namun kegiatan pendukung sudah dilaksanakan mulai tanggal 8 – 14 september.

Menurut Ariesmansyah yakin sulam jelujur mampu bersaing dengan produk dunia lainya.

“Sulaman jelujur memiliki kekhasan tersendiri. Teknik pengerjaannya berbeda dengan kain-kain lainnya. Kain sulam jelujur tidak menggunakan pola atau gambar saat menciptakan motif-motif khas sulam jelujur.” Jelasnya

“Bahan baku yang digunakan dari pewarnaan alam dan ramah lingkungan. Dan sulam jelujur sudah banyak menjalin hubungan dan kerjasama di internasional dan telah menciptakan serta berkolaborasi dengan para seniman dari internasional.” Katanya

Sementara itu pengrajin kain Sulam Jelujur, Yeni CS, yang berada di Desa Sungai Langka, mengaku bangga hasil kerajinan yang mereka produksi bisa tampil di New York Indonesia Fashion Week.

“Sebelumnya, hasil kerajinan kita ini hanya digunakan untuk pajangan dan juga digunakan di rumah saja, tetapi karena melihat adanya nilai ekonomis didalamnya, mulai lah kita memproduksi sedikit banyak untuk kita jualkan ke luar, dari hasil itu juga dapat membantu perekonomian keluarga,” ujar dia.

Menurutnya, dengan tampilnya sulam jelujur di New York para pengerajin sangat berbangga karena hasil karya dari Sungai Langka mampu menembus pasar dunia dan dikenal sampai luar negeri.

“Kami sanggat bangga dan berterimakasih kepada ibu Nanda, Bapak Dendi dan mas Aris selaku desainer, yang sudah membawa hasil kerajinan kami ke New York Indonesia Fashion Week di Amerika,” kata dia.

Baca juga:
* Indonesia Stand Up Paddle 2022 Series 1, Perkaya Wisata Bahari Pesawaran

“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Riana Sari Arinal dan Yayasan Pertiwi Indonesia, yang telah ikut membantu memberikan pembinaan dan ikut mengembangkan sulam jelujur, sampai karya kami dikenal masyarakat luas bahkan sampai luar negeri,” ujarnya.

Yeni menjelaskan pasar sulam jelujur dimulai dari Pesawaran itu sendiri lalu ke Jakarta, Bali, Lombok, Bandung. Dan sampai ke manca negara seperti Dubai, Kroasia, Belanda dan saat ini di New York.